twitter
rss

Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Jenis-jenis dan persebaran fauna diIndonesia sangat terkait dengan sejarah terbentuknya daratan di Indonesia berawal pada zaman es. Pada masa itu, wilayah Indonesia bagian Barat yang disebut juga Dataran Sunda masih menyatu dengan Benua Asia, sedangkan Indonesia bagian Timur yang disebut juga Dataran Sahul menyatu dengan Benua Australia. Dataran Sunda dan Dataran Sahul juga masih berupa daratan belum dipisahkan oleh laut dan selat.
Keadaan tersebut menyebabkan keanekaan flora dan fauna di Indonesia bagian Barat seperti Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sumatera pada umumnya menunjukkan kemiripan dengan flora di Benua Asia. Begitu pula dengan flora dan fauna di Indonesia bagian Timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya pada umumnya mempunyai kemiripan dengan flora dan fauna di benua Australia. Jadi, Indonesia pada masa itu menjadi jembatan penghubung persebaran hewan dari Asia dan Australia.
Kemudian, pada akhir zaman es, suhu permukaan bumi naik sehingga permukaan air laut naik kembali. Naiknya permukaan air laut mengakibatkan Jawa terpisah dengan Benua Asia, kemudian terpisah dari Kalimantan dan terakhir dari Sumatera. Selanjutnya Sumatera terpisah dari Kalimantan kemudian dari Semenanjung Malaka dan terakhir Kalimantan terpisah dari Semenanjung Malaka.
Seorang berkebangsaan Inggris bernama Wallace mengadakan penelitian mengenai penyebaran hewan bagian Barat dengan hewan di Indonesia bagian Timur. Batasnya di mulai dari Selat Lombok sampai ke Selat Makasar. Oleh sebab itu, garis batasnya dinamakan garis Wallace. Batas ini bersamaan pula dengan batas penyebaran binatang dan tumbuhan dari Asia ke Indonesia. Di samping itu seorang peneliti berkebangsaan Jerman bernama Weber, berdasarkan penelitiannya tentang penyebaran fauna di Indonesia, menetapkan batas penyebaran hewan dari Australia ke Indonesia bagian Timur. Garis batas tersebut dinamakan garis Weber. Sedangkan daerah di antara dataran Sunda dan dataran Sahul oleh para ahli biografi disebut daerah Wallace atau daerah Peralihan. Mengapa disebut daerah Peralihan? Karena di daerah ini terdapat beberapa jenis hewan Asia dan Australia, jadi merupakan daerah transisi antara dataran Sunda dan dataran Sahul.



Sebaran Flora di Indonesia
Flora adalah dunia tumbuh-tumbuhan. Jenis tumbuh-tumbuhan yang ada pada suatu wilayah belum tentu terdapat pada wilayah lain. Indonesia berada di kawasan sekitar katulistiwa, dengan demikian ditinjau dari iklimnya, termasuk iklim tropis.

Flora di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu hutan hujan tropis, hutan musim, dan hutan sabana tropik. Hutan hujan tropis hidup sepanjang tahun, hutan musim dedaunan rontok pada musim kemarau, sedangkan hutan sabana tropik berupa rerumputan dan semak belukar. Hutan hujan tropis tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Irian atau Papua. Hutan musim banyak tersebar di Jawa bagian timur, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Hutan sabana tropik hanya ada di sebagian kecil wilayah Nusa Tenggara, antara lain di Pulau Sumba dan Pulau Timor.
a. Flora Asiatis
Flora Asiatis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Bali. Flora ini terdiri atas:
1) hutan bakau (mangrove) dan rawa gambut di bagian timur Sumatera
2) meranti, rotan, rawa gambut, rawa air tawar di bagian barat Sumatera.
b. Flora Australis
Flora Australis terdapat di Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Flora Australis terdiri atas:
1) hutan hujan tropis yang berupa pepohonan tinggi dan lebat;
2) hutan sagu dan nipah;
3) hutan lumut, pada dataran tinggi atau pegunungan.
Sebaran Fauna di Indonesia
Dunia hewan atau fauna di Indonesia, secara geografis terbagi menjadi dua wilayah utama, dan satu wilayah peralihan. Wilayah-wilayah tersebut adalah wilayah Asiatis, wilayah Australis, dan wilayah Peralihan.
a. Fauna Asiatis
Fauna di wilayah Indonesia bagian barat banyak menyerupai daratan Asia. Persebaran fauna di Indonesia bagian barat, yaitu dari wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan hingga Selat Makasar dan Selat Lombok. Fauna di daerah bagian barat ini terdapat banyak binatang menyusui dengan ciri jenis hewan besar.

b. Fauna Australis
Fauna Australis banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian timur, berupa burung, dan jenis binatang berkantung.

c. Flora dan Fauna Peralihan
Tumbuhan di daerah pantai hampir sama dengan tumbuhan di Papua, sedangkan yang ada pada daerah pegunungan mirip dengan yang ada di Kalimantan.


Sebagaimana flora, fauna di wilayah peralihan ini berjenis Asiatis dan Australis. Contohnya antara lain anoa, babi rusa, burung maleo, bengkarung dan komodo.

Sekian materi tentang Jenis-Jenis dan Persebaran Flora Serta Fauna di Indonesia. Semoga bermanfaat, terima kasih.
SELENGKAPNYA TENTANG Jenis-Jenis dan Persebaran Flora Serta Fauna di Indonesia


Alat ekskresi dan reproduksi pada manusia memang sangat penting, alat ekskresi berguna untuk mengeluarkan zat sisa yang tidak berguna tubuh, baik dari kulit atau ginjal. Sedangkan alat reproduksi yaitu proses terbentuknya individu baru, yang bertujuan untuk melestarikan spesies agar tidak punah.
Karena pentingnya organ tersebut kita harus bersyukur kepada Tuhan dan juga menjaganya agar tidak terjadi kelainan pada organ tersebut. Berikut adalah Penyakit dan Kelainan Pada Sistem Ekskresi dan Reproduksi.

1. PENYAKIT DAN KELAINAN PADA SISTEM EKSKRESI

   A. Ginjal
  • Batu Ginjal
Batu ginjal terjadi karena pengendapan garam kalsium karbinat pada rongga ginjal, saluran ginjal atau kantung kemihBatu ginjal berbentuk kristal yang tidak bisa larut. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi garam mineral dan sedikit minum.
  • Nefritis
Nefritis adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat racun kuman. Nefritis disebabkan adanya bakteri Streptococcus
  
  B. Kulit

  • Skabies
Skabies disebut pula "seven-year itch" atau bahasa jawanya disebut koreng atau gudig. Penyakit tersebut disebabkan oleh Parasit insekta yang sangat kecil atau Sarvoptes scabies.  Penyakit ini dapat menular pada orang lain jika bersentuhan langsung.
  • Jerawat
Jerawat merupakan gangguan umum yang bersifat kronis pada kelenjar keringat. Jerawat biasanya dialami anak remaja. Pemijitan atau terlalu sering disentuh harus dihindari, hal ini dikarenakan dapat menimbulkan infeksi. Cara pencegahannya yaitu makan makanan yang seimbang, sering berolahraga dan menjaga kebersihan kulit.


2. PENYAKIT DAN KELAINAN PADA SISTEM REPRODUKSI

  • Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. tandanya adalah terjadi luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir. Kemudian pembengkakan getah bening pada bagian paha, bercak-bercak diseluruh tubuh, tulang dan sendi terasa ruam pada tubuh. khususnya tangan dan kaki. Tanda-tanda tersebut bisa hilang, namun bakteri penyebab penyakit masih didalam tubuh. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan antibiotik dengan cepat.
  • Gonore (Kencing nanah)
Gonore disebabkan oleh bakteri. Gejala dari Gonore adalah keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamim, rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan antibiotik dengan cepat.
  • Herpes Genetalis
Herpes Genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit tersebut adalah Herpes simpleks. Gejala yang dialami penderita antara lain rasa gatal atau sakit pada dareah penyakit daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair.

Sekian sedikit informasi tentang Penyakit dan Kelainan Pada Sistem Ekskresi dan Reproduksi dari saya. jika sekiranya bermanfaat atau ada yang kurang silahkan tinggalkan komentar dengan baik. Terima Kasih Banyak...

SELENGKAPNYA TENTANG Penyakit dan Kelainan Pada Sistem Ekskresi dan Reproduksi